Kabut Pikiran

Pikiran bagaikan kabut yang menghilang jika tak diabadikan dalam kata

Archive for the tag “antirokok”

Diari Zombigaret : Aku Yang Tersiksa

DYING-TIMESNamaku Zombigaret, panggil saja aku begitu. Tentu saja itu bukan nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku ketika aku lahir dulu. Aku belum mati. Tapi aku juga tak bisa menyebut bahwa sesuatu yang sedang kujalani ini adalah sebuah kehidupan.

Aku tak mau mati. Tapi aku jauh lebih tidak ingin jika harus hidup seperti ini lebih lama lagi. Aku sedang sekarat. Sekarat yang penuh dengan penderitaan.

Harapanku hanya satu: Tuhan bersedia mengangkat rasa sakit ini dariku. Entah dengan mencabut nyawaku, atau menyembuhkan aku. Tapi kupikir Beliau takkan pernah mendengar doa dari orang penuh dosa sepertiku. Ya, aku berlumur dosa. Aku berdosa karena tak mensyukuri nikmat-Nya, juga berdosa karena telah menzalimi orang lain.

Semua karena rokok. Sesuatu yang telah kuhisap selama bertahun-tahun.

Ini diariku. Zombigaret. Sang Mayat-hidup pecinta sigaret.

Entah berapa puluh ribu batang rokok yang telah kuhisap selama hidupku, aku tak pernah benar-benar menghitungnya. Aku dulu seorang manusia biasa, yang tentu saja tak terlepas dari masalah kehidupan. Dan rokok adalah rekan terbaik untuk sejenak meredakan ketegangan hidup. Menghisap rokok selalu dapat menentramkan hatiku, selalu dapat membuat aku lebih nyaman, selalu menjadi pegangan dan solusi dalam menghadapi masalah. Aku telah menduakan Tuhan. Aku lebih memilih mengadu kepada sebatang rokok dibandingkan mengadu kepada-Nya.

Aku juga berdosa karena telah berbuat zalim. Aku telah memaksakan kesenanganku sendiri dan tak memedulikan kebahagiaan orang lain. Aku telah seperti Firaun yang merasa paling benar sendiri. tak terhitung banyaknya aku merokok di tempat umum, membagi-bagi asap rokokku pada orang-orang sekitar. Kepada ibu hamil, kepada anak-anak, kepada orang sakit. Dan lebih jahatnya aku selalu menganggap mereka yang tidak setuju dengan tidakanku sebagai orang yang tidak menghargai hak asasi orang lain. Tapi tahu apa aku soal hak asasi? Aku juga telah melanggar hak asasi orang lain dengan mengganggu mereka dengan asap rokokku. Lagi-lagi aku berdosa.

Dan kini aku menerima sebagian kecil dosaku. Aku menderita kanker. Kanker yang sedikit-demi sedikit menggerogoti daya hidupku. Aku kini tak benar-benar hidup. Tapi juga tak bisa dikatakan mati. Aku tersiksa akibat rokok. Ratusan kali lebih banyak dibandingkan kenikmatan yang kudapatkan berkat rokok.

Meski aku yakin takkan ada seorang pun yang mengerti derita yang kurasakan akibat kanker ini. Mulanya aku hanya menderita semacam sariawan pada lidah. Sakit, namun masih bisa kutahan. Dan aku merokok lebih banyak lagi untuk meredakan rasa sakitnya. Lama kelamaan sariawan ini membesar dan sangat mengganggu proses makan dan bicaraku. Seringkali sakitnya amat terasa kala tidur, aku sering sekali terbangun oleh rasa sakit yang amat hebat di kepala. Tapi semakin aku merasa sakit, semakin banyak pula rokok yang kuhisap. Hingga akhirnya hampir seluruh mulutku penuh oleh benjolan seperti borok.

Dan kemudian tenggorokkanku sakit. Perlahan namun pasti satu persatu jenis makanan tidak lagi -kukonsumsi – lebih tepatnya tidak mampu aku konsumsi – karena rasa sakit amat hebat kurasakan ketika menelan makanan. Hingga akhirnya aku tak bisa makan sama sekali, bahkan makanan paling cair sekalipun tak sanggup kutelan. Dan kehidupanku sebagai zombigaret mulai menjelang.

Dan jangan tanya bagaimana kondisi paru-paruku. Hancur lebur tanpa bentuk sejak lama. Aku hampir tak bisa menikmati karunia Tuhan bernama napas. Napas bagiku kini tak lebih dari sebuah siksaan. Napasku pendek dan berat. Bahkan ketika aku sekedar menuliskan diari ini..

Aku tak bisa sembuh. Sudah sangat terlambat untuk berharap bisa sembuh. Satu-satunya cara agar aku bisa sembuh hanyalah dengan memutar waktu kembali, dan berhenti dari merokok sama sekali.

Dulu mimpiku adalah mati dengan tenang di tempat tidur setelah seharian bermain di padang rumput hijau luas sambil tertawa senang dan mengungkapkan rasa sayang serta syukurku pada orang-orang di sekitarku. Bukan mati tersiksa seperti ini.

Tapi toh aku tidak juga mati. Aku kini hanya menjadi sesuatu bernama Zombigaret. Apa kau juga?Aku yang Dulu

Dulu aku seganteng Channing Tatum

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis “Diari sang Zombigaret” sebagai bagian dari kampanye anti rokok.

Kalau teman-teman tertarik bergabung silakan kunjungi:

FB : Zombigaret

Twitter: @zombigaret

 

Sumber gambar:

http://www.groundzeromedia.org/in-my-time-of-dying/

http://magentaradio.uny.ac.id/?p=734

Iklan

Post Navigation