Kabut Pikiran

Pikiran bagaikan kabut yang menghilang jika tak diabadikan dalam kata

Tempat Untuk Kembali

Masih adakah celah kosong di sudut pikiran tempat aku menaruh mimpi?

image

Aku rindu untuk kembali

Warisan

warisan

Apa yang hendak kita wariskan?

 

doa akhir tahun

semoga harapan menjadi kenyataan

Surat Dari Pengantin Pria Untuk Ibu Mertua

12 Oktober 2013

Engkau telah menjadi ibu bagiku

Di saat bersamaan dengan puterimu menjadi istriku

Dan saat ini aku ingin mengucapkan terima kasih

Karena telah mengajarkan segala hal padanya dengan penuh cinta

Engkau telah memberiku seorang wanita yang luar biasa

Yang akan menjadi hartaku yang paling berharga

Puterimu sebagai istriku

Engkau membesarkan “gadis kecilmu” dengan penuh cinta

Dengan pertolongan Allah

Aku akan menjaganya seumur hidupku

Dan memberi segala cinta yang aku punya

Dengan penuh cinta,

Menantumu

Surat Dari Pengantin Wanita Sang Ibu Mertua

12 Oktober 2013

Hari ini aku menjadi pendamping anak yang kau besarkan

Dan aku ingin mengatakan satu hal

Engkau yang seharusnya berbangga hati

Terima kasih telah mengajarkannya cinta

Terima kasih telah menjadi seorang ibu

Yang dicintai oleh Allah

Perhatian dan kasih sayang yang ditunjukan puteramu

Adalah anugerah yang kuperoleh dalam hidup

Dikatakan bahwa jika seorang putera menghormati ibunya

Dia juga akan menghargai istrinya

Maka saat kami menjalin janji hari ini

Untuk saling mencintai dan menghargai satu sama lain

Aku sangat bahagia menjadi menantu

Dari seorang ibu yang luar biasa

Dengan penuh cinta,

Menantumu

Kamu terlanjur menjadi candu

Aku gila tanpamu ataupun denganmu!!!

Kamu adalah candu dalam hidupku.

Yang menyelusup dalam setiap aliran darahku

Membuatku memiliki obsesi paling tak waras

Hanya dengan membayangkanmu aku merasa teramat bahagia

Dan hanya dengan jauh darimu seakan hidupku tercabut sempurna

Karena… Kamu kini telah menjadi alasan hidupku

Bidadari surgaku

My Wedding Proposal

1. Aku berjanji akan membuat sempit tempat tidurmu

2. Aku berjanji akan menghabiskan air di kamar mandimu

3. Aku berjanji akan memenuhi bak cuci piringmu

4. Aku berjanji akan menonton film di televisimu

5. Aku berjanji akan menumpuk baju kotor di sudut pintumu

6. Aku berjanji akan meminta makan padamu

7. Aku berjanji akan mengacak-acak isi lemarimu

8. Aku berjanji akan melepas sepatu di terasmu

9. Aku berjanji akan membuat jengkel hatimu

10. Aku berjanji akan menjadikanmu wanita paling kudamba

 

jadi, maukah kau menikah denganku?

(Pengen) Beli Rumah: Survei Dulu

Sebagai pria bertanggung jawab dan sayang keluarga (halah :D) aku memutuskan untuk membeli rumah. Dan menurut para orang tua katanya beli rumah itu bukan perkara yang main-main. Butuh niat yang kuat, modal yang cukup, dan juga strategi yang tepat (mencangkup lokasi, kondisi rumah, harga penawaran, dll). terus terang aku jadi kuatir duluan.. hehe
Untuk sedikit menghapus “ketakutan”, aku mulai dari hal yang pertama terpikirkan: kecenderungan pasar.
hasil yang aku dapat adalah:
1. Ternyata memang kebanyakan yang mengajukan pembelian rumah itu para pria-pria ramah nan baik hati seperti diriku (cocok)
2. Pekerjaannya adalah karyawan swasta (cocok)
3. Pendapatannya kurang dari 9.700 dolar pertahun atau setara dengan 106.700.000 rupiah setahun yang artinya 8.891.666 rupiah per bulan (haduuuuh…. gajinya musti segitu ya?)
4. Kebanyakan beli rumah untuk pertama kalinya (berarti aku juga termasuk)
5. Usianya antara 20-30 tahun (oke. aku masih 19 tahun kok… hehe)
6. Kebanyakan pengennya rumah bertingkat (aku sih rumah sederhana aja)
7. Rata-rata baru beli rumahnya kurang dari 6 tahun (berarti pertumbuhan propertinya baru sekitar 6 tahun)
8. semua punya pertimbangan yang sama, yaitu lokasi, harga, dan potensi balik modal
9. Anggaran rumahnya sekitar 19.400 dolar atau sekitar 220 jutaan (waaah… ternyata rumah semahal itu ya)
10. Yang paling ditakutkan adalah harganya terus saja merangkak naik… (makin banyak yang pengen beli rumah sih.)
melihat survei itu aku jadi mikir kalo beli rumah tuh jangan ditunda-tunda. beli cepetan…!!

Artikel penuh di situs jual rumah di Indonesia, Rumah123.com.

Kenangan Bunda

Bunda

 

Aku yang masih belum lupa aroma tubuhmu

Aku yang masih tercekat setiap melihat namamu di inbox ponselku

Aku yang masih tak berani menghapus nomor ponselmu

Aku yang masih terkenang akan suaramu

Aku yang masih ingat hangat tubuhmu

Aku yang tak lagi bisa menagih janji-janjimu

Aku yang…. Merindukanmu

 

Selamat Jalan, Bunda…

 

Sumber gambar: http://zaronburnett.files.wordpress.com/2013/05/mother-and-child.jpg

68 tahun

sekolah dan bendera

68 tahun merdeka

Sudah semaju apa kita?

sumber gambar: http://www.wahyu.com

Post Navigation