Kabut Pikiran

Pikiran bagaikan kabut yang menghilang jika tak diabadikan dalam kata

Archive for the category “Dialog”

Dialog keabadian

Seorang murid bertanya pada gurunya.
Murid:
Guru, apa yang akan terjadi pada manusia yang tak pernah menghasilkan karya seumur hidupnya?

Guru:
Manusia itu hanya akan mati, terlupakan, dan tak berarti

Bosan Jadi Pegawai

Dialog sepasang kekasih di jam makan siang pada sebuah perusahaan

Pria: Aku benci pekerjaanku!

Wanita: Apa yang kau benci? bukankah mereka membayarmu sangat layak, tunjangan banyak, tugas enak?

Pria: segalanya! pekerjaannya! jam kantornya! rekan kerjanya! bukan pekerjaan ini yang aku mimpikan! aku sama sekali tak berminat untuk bekerja di bidang ini! aku sudah muak! aku layak mendapat yang jauh lebih baik!!!!

Wanita: lalu, jika memang  kau tak menginginkan posisi yang kau tempati sekarang, kenapa pula kau melamar pekerjaan ini?

(termenung)

Pria: karena… jika aku tak bekerja disini, aku takkan bertemu kamu… Jodohku.

(Sumber gambar: api.ning.com/files/qC1jf2e3prrpXf2RE8shEBVyiVtf4aLtSwcoPN3o9CuekdEkcN7eWdOXwWfbOOjP7BIRyOUjgm-1R2LnZXN73l5imneKcauA/JasaInteriorKantordiJakartaSelatan.jpg)

Luph Yu

Bagas: Aku cinta kamu

Gadis: Aku tahu

Bagas: Apa kau mencintaiku?

Gadis: Kamu juga tahu

Bagas: Maukah kau menikah denganku?

Gadis: Jangan konyol deh!

Bagas: Konyol bagaimana?

Gadis: Kau tahu aku tak bisa

Bagas: Kenapa?

Gadis: Kita ini ADIK-KAKAK, DODOL!!!!!

Bagas: Owh…

😆

Tempat Yang Dijanjikan

pria itu memanggul tasnya yang penuh entah oleh apa.
Aku: Mau kemana?
Dia: Pulang
Aku: Pulang? Kemana?
Dia: Kemana pun. yang jelas bukan disini.
Aku: Bukankah disini rumahmu?
Dia: Aku tak bisa lagi menyebut ini rumah.
Aku: Kenapa?
Dia: Selalu saja bertanya. bukankah kau sudah punya jawabannya?
Aku: Jawaban apa?
Dia: Alasan aku pulang
AKu: Alasannya apa?
Dia: Kau berubah. Aku tak bisa menyebut ini rumah.

Cinta Untuk Mereka

aku: Apa yang salah dengannya?

dia: Tak ada

aku: Apa ini soal ketampanan?

dia: Fisik adalah hal yang akan menua seiring detak jam

aku: kemapanan?

dia: Aku yakin dengan usahanya suatu ketika kemapanan itu akan datang

aku: Jadi ini soal keimanan?

dia: Ahahaha… apa hak manusia untuk menilai amal seseorang. aku tahu bahwa Tuhan yang lebih layak menilainya.

aku: Jadi ini soal apa?

dia: Ada seseorang dari masa lalu yang masih menunggu aku

aku: Kenapa kau tak mau?

dia: aku tak bisa

aku: Apa ini soal daya tarik fisik?

dia: Manusia diciptakan begitu sempurna. Apa hak kita untuk merendahkannya?

aku: Soal kecakapannya sebagai wanita?

dia: Dengan kemauan, semua menjadi mungkin.

aku: Soal keturunan?

dia: Aku tak peduli jika bapaknya preman selama hatinya memiliki iman.

aku: Jadi ini soal apa?

dia: Aku yakin Tulang Rusukku belum datang

Iseng ditulis untuk seorang sahabat yang sedang merasa menyesal

Post Navigation