Kabut Pikiran

Pikiran bagaikan kabut yang menghilang jika tak diabadikan dalam kata

WAR Team Goes To Bandung

Seharusnya aku nulis ini sejak beberapa bulan yang lalu sebagai bagian dari kesepakatan yang telah dibuat saat Tim WAR melakukan kopi darat pertama pada akhir bulan Januari kemarin. Karena satu dan lain sebab (kebanyakan sih karena rasa malas), aku selalu menunda untuk menulis kesan-kesan yang kudapatkan mengenai kopi darat tersebut.

war

Mulanya aku pengen nulis sejenis catatan perjalanan. Seperti tempat yang dikunjungi, tempat makan, soal cuaca, kejadian menarik, dan sebagainya, dan lain-lain. Tapi kali ini aku mau nulis kesanku dari sisi teknologi dan pengaruhnya terhadap cara interaksi antar manusia akhir-akhir ini. Temanya membosankan? Mungkin. 😀

Kadang-kadang aku diundang, atau mengundang, atau datang tanpa diundang, pada kegiatan kumpul-kumpul. Baik itu dengan teman kampus, teman kuliah, atau rekan kerja. Aku senang berkumpul. Tapi aku sering kali merasa tidak nyaman dengan kegiatan berkumpul tersebut akhir-akhir ini. Kenapa? Karena alih-alih mencurahkan tubuh, pikiran, dan perhatian pada kegiatan berkumpul tersebut, seringkali hasil akhirnya adalah  badan kita datang ke tempat tertentu, tapi kenyataannya pikiran kita berada di tempat yang berbeda.

Kumpul-kumpul menjadi ajang pamer gadget, setiap orang sibuk dengan kegiatan berkicaunya di twitter atau sekedar check in foursquare. Setiap orang sibuk dengan gadget-nya, setiap orang lebih memilih untuk berada di dunia maya, kegiatan tersebut hanya menjadi sekedar acara makan tanpa adanya interaksi satu dengan yang lainnya yang ada di ruangan tersebut. mereka sibuk menatap layar masing-masing tanpa mau repot-repot menatap wajah orang yang ada di hadapannya.

Mungkin prinsip yang sekarang ini dianut adalah, “masih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang itu, tapi interaksi dengan dunia maya tak boleh ketinggalan.”

Aku sendiri sudah agak lupa awal mula kami semua kenal di dunia maya. Kalau tidak salah beberapa dari kami kenal berkat sering berbagi komentar di blog, terus kemudian berteman di facebook, dan media-media sosial lain. Sekitar tiga tahun kami saling bertukar kata lewat dunia maya. Berbagi komentar-komentar yang seringkali random. Dan pada akhirnya memutuskan untuk membuktikan bahwa kami adalah orang-orang yang punya jasad, punya hidaung, punya mulut, dan lain sebagainya, kami memutuskan untuk bertemu secara nyata. Di Bandung.

Kopi darat ini direncanakan sudah cukup lama, kalau tidak salah pertengahan tahun kemarin. Tak ada persiapan yang terlalu khusus. Paling hanya tiket pesawat, soal penginapan, tempat yang akan dikunjungi, rental mobil, estimasi budget, dan hal-hal yang lain sebagainya. Dan semakin dekat waktu pertemuan, semakin banyak pertanyaan yang menyeruak dalam hatiku. Apakah mereka semenyenangkan ketika kami berbagi untaian huruf? Apakah foto-foto dalam media sosial itu nyata? (bahkan satu orang aku benar-benar penasaran dengan sosoknya karena dulu dia selalu memasang foto tokoh kartun yang lucu-lucu sebagai pengganti foto profilnya) 😀

Dan hari itu pun tiba…..

Ada sedikit keterkejutan. Katanya foto itu menipu, tapi sepertinya kata yang lebih tepat adalah kita tak pernah benar-benar memerhatikan foto orang lain selain diri sendiri. Jadi, ya. Aku pikir ada beberapa detail yang tak kusangka mengenai teman-dunia-mayaku.

Oke, sebelum aku melantur kemana-mana, sebaiknya kita kembali lagi ke fokus awal penulisan. Teknologi dan interaksi manusia.

Kami dipertemukan di dunia maya. Kami menghabiskan begitu banyak waktu berinteraksi satu sama lain melalui teknologi. Kami sudah cukup lama berbagi cerita lewat barisan huruf. Dan aku sangat bersyukur bahwa ternyata (sepertinya) kami berbagi pemahaman yang sama: Media sosial bisa kapan saja, tapi pertemuan dengan orang-orang ini hanya terjadi kurang dari seratus jam, dan entah kapan bisa bertemu secara fisik lagi. Jadi daripada berbodoh-bodoh ria dengan menatap layar hape, lebih baik bercengkrama dengan orang-orang tersebut yang entah kapan bisa dipertemukan lagi.

Jadi yang terjadi adalah kami mencurahkan tubuh, tenaga, pikiran, dan lain sebagainya pada momen yang sedang berlangsung. Kami mengobrol dengan menatap wajah lawan bicara, kami berbagi cerita lewat kata-kata, kami menggunakan tangan untuk saling berpegangan dengan teman-teman (bagian terakhir lebay sih, kami tidak benar-benar bergandengan tangan selayaknya anak sekolah dasar). Tapi intinya adalah kami berada di tempat itu, saat itu, bersama orang-orang yang ada disitu.

Aku tak bilang selama kegiatan dua hari tersebut gadget sama sekali tak disentuh, atau sama sekali tak menulis tweet dan status atau check in. Tapi kami tahu diri untuk tak melakukannya lama-lama, bahkan aku hampir tak melihat ada gadget di atas meja saat kami melakukan ritual makan, atau di atas pangkuan saat duduk dalam mobil selama perjalanan. Alih-alih memegang gadget kami saling berkomentar mengenai apa yang sedang terlihat, atau sedang terasa, atau sedang terpikirkan.

GADGET FREE….

Dan itu jadi salah satu pertemuan paling mengesankan dalam hidupku. Aku  benar-benar hidup, aku benar-benar berada pada momen, aku benar-benar mewujud dalam kegiatan tersebut. Satu hal yang sangat aku syukuri adalah kenyataan bahwa kami teman di dunia maya, yang berinteraksi total di sana. Jadi saat bertemu di dunia nyata kami juga berinteraksi total di sini.

Betapa indahnya jika kita semua sadar pembagian dunia itu secara bijak.

 

PS: Kunjungi juga blog mereka 😀

 

Iklan

Single Post Navigation

7 thoughts on “WAR Team Goes To Bandung

  1. hajar azizatun niswah on said:

    Blognya mereka apa ya kak? Ehehehe

  2. Ping-balik: WAR Trip to Bandung – hayuk, kapan lagi kita ketemu? :D | semilirr

  3. Baca untuk kedua kalinya, asa merinding, terharu. Kayak kenal yg suka pasang poto kartun lucu-lucu. hha.. 😀

Apa Pendapatmu?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: